Pengertian dan Penjelasn Al-Khaliq (Pencipta Semua Mahluk) Singkat

Pengertian dan Penjelasan Al-khaliq - Hai semuanya dikesempatan kali ini kami mau berbagi mengenai allah maha pencipta segalanya atau kita kenal dengan al-khaliq. Dibawah ini penjelasannya silahkan dibaca dengan seksama agar mengerti maksutnya, let's go.

Pengertian al Khaliq

Al Khaliq secara bahasa berasal dari kata khalq atau khalaqa yang berarti mengukur atau memperhalus. Al-Khaliq secara bahasa berasal dari kata  khalq  atau  khalaqa  yang berarti mengukur atau memperhalus. Kemudian, makna ini berkembang dengan arti menciptakan tanpa contoh sebelumnya. Kata khalaqa dalam berbagai bentuknya memberikan penekanan tentang kehebatan dan kebesaran Allah dalam ciptaan-Nya.
Pengertian serta Penjelasan Singkat Al-Khaliq
Allah Al-Khaliq, artinya Allah pencipta semua makhluk dan segala sesuatu. Malaikat, jin, manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, matahari, bulan, bintang, dan segala yang ada di alam ini diciptakan oleh Allah. Allah menciptakan setiap makhluk secara sempurna dan dalam bentuk yang sebaik-baiknya dengan ukuran yang paling tepat. Al-Qur'an menegaskan,

الَّذِي أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهُ وَبَدَأَ خَلْقَ الإنْسَانِ مِنْ طِينٍ (٧)
“Yang memperindah segala sesuatu yang Dia ciptakan dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah.”(QS. As-Sajdah : 7)

Meneladani Allah dengan sifat al Hadi

Bersikap kreatif dan berfikir kritis

Dalam perspektif islam, kreatif dapat diartikan sebagai kesadaran keimanan seseorang, untuk menggunakan keseluruhan daya dan kemampuan diri yang dimiliki sebagai wujud syukur akan nikmat Allah, guna menghasilkan sesuatu yang terbaik dan bermanfat bagi kehidupan sebagai wujud pengabdian yang tulus kehadirat Allah.

Orang-orang yang kreatif  biasanya memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, sehingga tidak segan-segan untuk terus belajar dan bertanya. Hal ini membuat orang-orang kreatif semakin cerdas dan berwawasan luas.Tak heran jika orang-orang seperti ini menjadi lebih maju pola berpikirnya. Ia tak mudah menyerah ketika kesulitan datang,  mampu menyelesaikan masalah dalam hidupnya, dan tentu saja berpotensi tinggi dalam meraih kesuksesan. Berpikir membawa banyak manfaat bagi kita dalam menghadapi kehidupan sehari-hari, dalam mencari jawaban dan solusi yang tepat untuk setiap permasalahan.

خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ بِالْحَقِّ يُكَوِّرُ اللَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ وَيُكَوِّرُ النَّهَارَ عَلَى اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لأجَلٍ مُسَمًّى أَلا هُوَ الْعَزِيزُ الْغَفَّارُ (٥)
Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. ingatlah Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (QS. Az Zumar : 5)

Melakukan aneka amal kebaikan

Amal saleh adalah bukti dari keimanan seseorang. Artinya, orang yang beriman kepada Allah SWT harus membuktikan keimanannya dengan melakukan amal saleh. Dalam berbuat kebaikan harus disertai dengan niat yang ikhlas karena sesuai dengan al qur'an(QS.AN-NASHR)

1. demi masa.
2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (QS. Al Ashr: 1-3)

Memanfaatkan sumber daya alam

Allah menyatakan dalam Al-Quran bahwa alam diciptakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Allah berfirman,

(وَسَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ جَمِيعًا مِنْهُ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ (١٣)
Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir. (QS. Al-Jatsiyah:13).

Ayat ini menjelaskan landasan teologis pembenaran pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan manusia. Dalam memanfaatkan alam, Islam menetapkan aturan mainnya. Agama islam memerintahkan umatnya untuk memanfaatkan alam dengan cara yang baik dan menjadi manusia bertanggung jawab dalam melindungi alam dan lingkungannya  serta larangan merusaknya.

Melestarikan lingkungan hidup

Islam mengajarkan agar umat manusia senantiasa menjaga lingkungan. Hal ini tercermin dalam beberapa pelaksanaan ibadah, seperti ketika menunaikan ibadah haji. Dalam haji, umat Islam dilarang menebang pohon-pohon dan membunuh binatang. Apabila larangan tersebut  dilanggar maka ia akan mendapatkan  dosa dan diharuskan membayar denda (dam). Lebih dari itu Allah SWT melarang manusia berbuat kerusakan di muka bumi.

وَلا تُفْسِدُوا فِي الأرْضِ بَعْدَ إِصْلاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا إِنَّ رَحْمَةَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ (٥٦)
Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah Amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al Araf: 56)

Itulah sedikitpengertian dan penjelasan mengenai al-khaliq yakni allah maha pencipta segalanya. Semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk share agar bermanfaat bagi yang lain ya, see you.