Pengertian dan Penjelasan Al-Hakim (Maha Pemilik Hikmah) Singkat

Pengertian dan Penjelasan Allah Al-Hakim - Halo semuanya berjumpa lagi dengan nihbaca.com, kali ini kami ingin membagikan tentang salah satu sifat Allah yakni Al-Hakim atau maha pemberi hikmah. Baca terus ya sampai selesai agar kita semuanya mengerti apa sih al-hakim itu.

Pengertian al Hakim


Al-Hakim artinya yang memiliki hikmah, sifat, perbuatan dan pengetahuan yang paling utama. Dengan hikmah-Nya, Allah menebarkan kemaslahatan, kemanfaatan dan kemudahan yang lebih besar atau lebih baik. Dengan hikmah-Nya pula menghalangi atau menghindarkan terjadinya kemudharatan dan kesulitan yang lebih besar bagi makhluk-Nya. Tidak ada keraguan dan kebimbangan dalam segala perintah dan larangan-Nya, dan tak satu pun makhluk yang dapat menghalangi terlaksananya kebijaksanaan atau hikmah-Nya
Pengertian dan Penjelasan Allah Al-Hakim
Allah menampakkan hikmah-Nya di balik segala sesuatu yang tampak maupun yang tersembunyi; tidak ada perbuatan-Nya yang sia-sia dan hampa dari hikmah. Allah menghamparkan berbagai hikmah agar makhluk mengenali-Nya. Hal ini bukan ditujukan untuk kepentingan-Nya karena Dia tidak membutuhkan apa-apa pun dari makhluk-Nya.

Sebagian Ulama juga mengartikan Al-Hakiim dengan pengertian bahwa Allah mengetahui kebenaran secara mutlak dan bertindak berdasarkan pengetahuan itu secara mutlak pula. Tindakan atau amalan tanpa ilmu berarti kesesatan, sedangkan ilmu tanpa amalan adalah kesia-siaan.

Bagaimanapun sedikitnya kadar hikmah yang dikaruniakan kepada seseorang, itu sangat berarti bagi mereka. Hikmah adalah karunia yang amat besar setelah ilmu. Allah berfirman:

يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلا أُولُو الألْبَابِ (٢٦٩)
“Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah itu, maka benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak”. (QS. Al Baqarah: 269)

Imam Ghazali memahami kata hakim dalam arti pengetahuan tentang sesuatu yang paling utama, dan yang paling utama adalah Allah sebagai  hakim yang sebenarnya. Karena Dia mengetahui ilmu yang paling abadi dan tidak tergambar dalam benak dan tidak mengalami perubahan dalam pengetahuanya. Hanya Dia pula yang mengetahui wujud yang paling mulia, karena Dia yang paling mengenal hakekat dzat, sifat dan perbuatan-Nya.

Meneladani Allah dengan sifat al Hakim


Berilmu pengetahuan

Islam sangat memperhatikan, menghormati, dan menjunjung tinggi martabat ilmu dan orang yang memiliki ilmu,  seperti diterangkan dalam firman Allah :

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ (١١)
Niscaya Allâh akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat (QS. Al-Mujadilah: 11),

Berdasarkan ayat ini dapat diketahui bahwa Allah akan meninggikan beberapa derajat orang-orang yang berilmu. Dalam ajaran Islam mencari ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim. Mencari ilmu tanpa dibatasi waktu yaitu mulai dari ayunan sampai ke liang lahat, bahkan ada sebagian pendapat yang mengatakan bahwa kewajiban mencari ilmu dimulai ketika manusia masih berbentuk janin sampai ke liang lahat. Dari ajaran ini, dapat kita simpulkan betapa luar biasanya kedudukan ilmu pengetahuan dan orang yang berilmu pengetahuan. Di samping itu, ilmu dapat menjadi cahaya jalan yang menerangi jalan dalam mencapai petunjuk dan kebaikan.

Berfikir untuk kemanfaatan dan kemaslahatan

Muslim yang meneladani Allah sebagai Al Hakim memiliki kesediaan untuk menyampaikan ilmunya kepada orang lain, memiliki tanggung jawab untuk memperbaiki masyarakat serta terpanggil hatinya untuk menjadi pelopor terciptanya kemaslahatan dalam masyarakat.

Selain menyampaikan ilmunya kepada orang lain, dia juga selalu berfikir untuk kemanfaatan dan kemaslahatan, baik untuk dirinya sendiri atau untuk orang lain dengan memanfaatkan apa saja yang dia miliki. Diterangkan dalam firman Allah :

  الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ أُولَئِكَ الَّذِينَ هَدَاهُمُ اللَّهُ وَأُولَئِكَ هُمْ أُولُو الألْبَابِ (١٨)
“Yang mendengarkan Perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka Itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka Itulah orang-orang yang mempunyai akal. (QS. Az Zumar: 18)

Bersikap adil

Adil adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya atau menggunakan sesuatu sesuai dengan kadarnya. Bersikap adil bukan saja dilakukan kepada orang lain tetapi juga kepada diri sendiri. Berperilaku sesuai dengan ketentuan tanpa menyalahi aturan adalah salah satu bentuk keadilan pada diri sendiri. Disiplin menggunakan waktu, memperhatikan hak-hak jasmani dan rohani kita juga termasuk sikap adil.

Salah satu aspek keadilan adalah memperhatikan hak-hak  orang lain   dan memberikan hak-hak itu kepada setiap pemiliknya. Lawan dari adil adalah zalim, dalam arti pelanggaran terhadap  hak-hak diri sendiri atau hak-hak orang lain.  Kita tidak dapat menjadikan Kebencian sebagai alasan kita untuk tidak berbuat adil, walaupun kebencian itu tertuju kepada kaum non-Muslim. Perilaku adil ini sudah diterangkan dalam al Quran :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَى أَنْفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالأقْرَبِينَ إِنْ يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًا فَاللَّهُ أَوْلَى بِهِمَا فَلا تَتَّبِعُوا الْهَوَى أَنْ تَعْدِلُوا وَإِنْ تَلْوُوا أَوْ تُعْرِضُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا (١٣٥)
“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. jika ia Kaya atau  miskin, Maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, Maka Sesungguhnya Allah adalah Maha mengetahui segala apa yang kamu kerjakan. (QS   Al-Nisa': 135)

Bertindak profesional

Profesional adalah seseorang yang menawarkan jasa atau layanan sesuai dengan protocol dan peraturan dalam bidang yang dijalaninya dan meminta gaji sebagai upah atas jasanya (wikepedia bahasa Indonesia). Dalam pengertian lain, professional adalah tingkah laku, suatu tujuan atau suatu rangkaian kualitas yang menandai atau melukiskan coraknya suatu profesi. Professional mengandung arti menjalankan suatu profesi untuk hasil atau keuntungan.

Terlepas dari pengertian diatas, bertindak profesional yang kita maksudkan disini adalah bertindak sesuai dengan aturan yang ada, tidak terpengaruh dengan perasaan apapun. Atau dapat kita definisikan dengan melakukan sesuatu secara maksimal, tidak setengah-setengah.

Untuk dapat bertindak profesional kita memerlukan pengetahuan yang maksimal sebagai pendukung tindakan kita, sehingga kita tidak bertindak tanpa dasar. Berikut ini ciri-ciri orang yang profesional diantaranya adalah :

  • Perfect; artinya menghendaki atau mengejar hasil yang sempurna.
  • Bersungguh-sungguh dan teliti dalam bekerja
  • Memiliki sifat tekun dan tabah atau tidak cepat puas dengan hasil yang diperoleh
  • Memiliki integritas yang tinggi yang tidak tergoyahkan oleh keadaan terpaksa
  • Memiliki kebulatan fikiran dan perbuatan sehingga menciptakan efektifitas kerja dan semangat kerja yang tinggi, serta sifat pantang menyerah.
Terimakasih ya sudah membaca mengenai Al-Hakim di nihbaca.com, semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk share agar bermanfaat bagi yang lain juga, terima kasih.