Penjelasan Al - Hasib (Maha Memperhitungkan) Jelas Lengkap Singkat

"Pengertian, Penjelasan, Contoh serta Manfaat Al-Hasib" - Assalamualaikum untuk kamu yang sedang membaca diblog kami. Silahkan dipelajarai di pahami jika bisa hapalkan hadistnya dan jangan lupa share ke teman temannya agar bermanfaat bagi semuanya, oke.

Pengertian al Hasib

Al Hasib secara bahasa artinya menghitung (mengira), mencukupkan, melindungi dan menolong. Menurut Imam al Ghazali, al Hasib bermakna dia yang mencukupi siapa yang mengandalkan-Nya. Sifat ini hanya dimiliki oleh Allah, karena hanya Allah saja yang Maha mencukupi semua makhluk-Nya dan diandalkan oleh seluruh makhluk-Nya.
Al-Hasib Yang Maha Mencukupi atau Memperhitungkan
Makna al Hasib adalah zat yang Maha membuat perhitungan atas perilaku hamba-hamba-Nya. Allah memiliki hak preogatif untuk memberi atau sebaliknya menahan pemberian-Nya.

Al hasib dapat diartikan juga dengan menghitung. Jika kata Al Hasib dikaitkan dengan makna menghitung, maka Allah adalah yang melakukan perhitungan menyangkut amal baik dan buruk, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al Anbiya: 47. Dan jika dipahami dengan makna pemberi perhitungan maka manusia harus menyadari bahwa introspeksi diri menjadi penting sebelum hari perhitungan berlangsung kelak.


وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَإِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا وَكَفَى بِنَا حَاسِبِينَ (٤٧)

Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, Maka Tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan.( QS. Al Anbiya: 47)

Allah (Al-Hasib) dapat juga dipahami banwa Allah telah membuat keseimbangan kimiawi, fisiologis, dan astronomis yang ada di alam semesta secara mengagumkan sehingga tidak kita temukan kesalahan sekecil apa pun di dalamnya. Kesalahan perhitungan sekecil apa pun, bahkan sebesar rambut dibelah lima puluh (bukan sekadar dibelah tujuh), sekalipun pasti akan berakibat fatal. Di sini, tidak ada toleransi terhadap kesalahan sekecil apa pun.


إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ (٤٩)وَمَا أَمْرُنَا إِلا وَاحِدَةٌ كَلَمْحٍ بِالْبَصَرِ (٥٠)

Sesungguhnya segala sesuatu telah Kami ciptakan dengan kadar (kalkulasi dan akurasi) yang ditentukan. Dan perintah Kami hanyalah (dengan) satu perkataan bagaikan kejapan mata. (QS Al-Qamar: 49-50).

Betapa akuratnya perhitungan Allah dalam penciptaan benda-benda angkasa sehingga keberadaannya dapat dihisab sekaligus dirukyat.

هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ مَا خَلَقَ اللَّهُ ذَلِكَ إِلا بِالْحَقِّ يُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ (٥)

Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan Dialah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya, agar kamu mengetahui bilangan tahun, dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan demikian itu melainkan dengan benar. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang berilmu. (QS Yunus: 5).

Sungguh, secerdas apa pun pikiran manusia, mereka tidak akan mampu menjangkau angka perhitungan di seluruh jagad raya dari atom terkecil hingga planet terbesar dalam berbagai jenis, orbit, dan lingkungannya. Manusia, bahkan tidak akan mampu menyebut angka perhitungan yang terjadi dalam tubuh mereka sendiri.

Al-Quran tidak saja menjelaskan tentang akurasi perhitungan Allah terhadap penciptaan langit dan bumi. Tapi Dia sangat cermat dalam memperhitungkan segala amal perbuatan hamba-Nya dan membalas mereka sesuai dengan keadilan-Nya.

إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ حَسِيبًا (٨٦)

Sesungguhnya Allah Maha memperhitungkan segala sesuatu. (QS An-Nisaa: 86).

Meneladani Allah dengan sifat al Hasib

Meyakini bahwa penciptaan alam raya dalam perhitungan yang akurat.
Apabila kita rajin mengamati benda-benda kosmos di angkasa, kita akan mendapati benda-benda itu bergerak stabil tanpa dipengaruhi faktor-faktor eksternal sejak jutaan tahun yang lampau. Tak bisa tidak, kita akan menyimpulkan bahwa ada sistem perhitungan yang amat komplek atasnya yang begitu alamiah. Perhitungan yang diperlukan untuk menjalankan kosmos besar itu tidak pernah bisa dijangkau oleh rasio manusia.

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَاخْتِلافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لآيَاتٍ لأولِي الألْبَابِ (١٩٠)الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ (١٩١)

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka.(QS. Ali Imran- 190-191)

Pandai melakukan introspeksi terhadap diri sendiri.
Suatu hal yang sangat penting kita lakukan adalah membuat catatan pribadi mengenai amal perbuatan yang kita lakukan setiap hari. Catatan itu berfungsi sebagai alat kontrol terhadap amal kita sekaligus mengingatkan akan semua hal negatif yang terlanjur kita lakukan agar kita dapat segera menaggulanginya, sehingga kita akan mengalami kemajuan pada langkah berikutnya.

Sayyidina Umar bin Khattab  pernah mengatakan: koreksilah dirimu sebelum dikoreksi, evaluasilah sebelum dievaluasi, dan berbekalah dengan amal shaleh untuk menyambut hari penampilan yang besar (Hari Perhitungan).

Salah satu bentuk evaluasi diri yang paling berguna adalah menyendiri untuk melakukan muhasabah dan mengoreksi berbagai amalan yang telah dilakukan. Diriwayatkan dari Umar bin al-Khaththab, beliau mengatakan, Koreksilah diri kalian sebelum kalian dihisab dan berhiaslah (dengan amal shalih) untuk pagelaran agung (pada hari kiamat kelak) (HR. Tirmidzi).

Diriwayatkan dari Maimun bin Mihran, beliau berkata,

Hamba tidak dikatakan bertakwa hingga dia mengoreksi dirinya sebagaimana dia mengoreksi rekannya (HR. Tirmidzi).

Bersemangat dalam melakukan kebaikan
Berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan adalah salah satu akhlak terpuji yang apabila kita melaksanakannya akan mendapat pahala dari Allah swt.

Allah tidak menyianyiakan dan pasti memperhitungkan segala aktifitas manusia baik berupa pahala maupun dosa tanpa mengurangi sedikitpun apa yang telah diusahakan. Mereka yang mukmin yakin bahwa Allah yang menyandang sifat Al Hasib pasti memberi pahala atas segala kebaikan yang mereka kerjakan yang berujung pada surga Allah dan demikian pula sebaliknya. Bagi mereka yang meneladani sifat Allah tersebut akan selalu hati-hati dan waspada akan kemungkinan terjerembab pada kenistaan.

وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَةَ وَسَعَى لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ كَانَ سَعْيُهُمْ مَشْكُورًا (١٩)

“Dan Barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, Maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik. (QS. Al Isra: 19)

Merasa tentram dan merasa cukup dengan segala rizki dari Allah
Manusia yang meneladani sifat al Hasib akan merasakan tentram dan merasa cukup dengan apapun yang Allah berikan kepadanya. Mereka akan selalu merasa tentram, tidak terusik oleh gangguan dan tidak kecewa oleh kehilangan materi atau kesempatan, karena selalu merasa cukup dengan Al-Hasib.

إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الأرْحَامِ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ (٣٤)

“Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari Kiamat; dan Dia-lah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana Dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. QS. Lukman: 34)

Itulah sedikit informasi yang dapat kami sampaikan, apabila dirasa kurang jelas silahkan tanyakan dikomentar ya, terima kasih ohh ya jangan lupa share keteman teman sobat mengenai materi asmaul husna Al-Hasib ini agar saling bermanfaat, see you.