Pengertian dan Penjelasan Asmaul Husna "Al-Ghaffar"

Pengertian dan Penjelasan AL GHAFFAR - Assalamualaikum semuanya sekarang kami ingin memaparkan pengertian serta penjelasan mengenai asmaul husnanya Allah SWT bagian Al Ghaffar. Baiklah langsung saja sobat simak penjelasan kami dibawah ini.


1. Pengertian al Ghaffar

Al Ghaffar berasal dari akar kata ghafara yang artinya taghtiyah dan sitr yaitu menutupi atau merahasiakan. Al Ghaffar bisa juga diterjemahkan berasal dari kata al maghfiroh dan al ghufron yang artinya pengampunan. Jika al Ghafar disandarkan pada Allah maka berarti Allah adalah dzat yang Maha mengampuni. Al Ghaffar dapat diterjemahkan juga sebagai dzat yang menampakkan kebaikan dan menutupi kejelekan di dunia dan memaafkan hukumannya di akhirat. Dapat kita terjemahkan bahwa maghfiroh dari Allah yaitu dirahasiakan  dan diampuni-Nya dosa-dosa adalah dengan karunia dan rahmat-Nya bukan karena tobat seorang hamba atau taatnya.
Pengertian dan Penjelasan AL GHAFFAR
Pengertian dan Penjelasan AL GHAFFAR
Memberikan pengampunan adalah hak mutlak milik Allah yang tidak dapat dimiliki oleh siapapun. Allah sebagai al Ghaffar bararti dzat Allah yang Maha merahasiakan dan Maha menutupi. Hal-hal yang ditutup oleh Allah swt, pertama keburukan badan mereka ditutupi oleh kebaikan batin manusia atau sebaliknya, kedua keinginan jahat atau buruk manusia ditempatkan di dalam hati sehingga tidak terlihat seorangpun, ketiga Allah merahasiakan dosa-dosa manusia, sehingga tidak seorang hambapun tahu berapa dosa yang mereka miliki.

2. Meneladani Allah dengan sifat al Ghaffar

Sebagai hamba Allah kita semestinya meneladani sifat Allah al Ghaffar dalam kehidupan kita sehari-hari. Manusia yang meneladani sifat al Ghaffar adalah manusia yang memiliki sifat pemaaf, menutupi kesalahan atau aib orang lain, memiliki rasa belas kasihan dan tidak menganggap kesalahan sebagai kesalahan.

Kita dapat meneladani Allah melalui sifat al Ghaffar dengan cara memilki sifat-sifat sebagai berikut :
a. Memaafkan kesalahan orang lain
Memaafkan orang lain adalah suatu kebaikan dan dapat dilakukan kapan saja, oleh dan untuk siapa saja. Kita tidak dibenarkan bersikap keras hati, enggan memaafkan kesalahan orang lain. Allah memerintahkan kita untuk memaafkan orang lain, seperti diterangkan dalam al Qur’an :
قُلْ لِلَّذِينَ آمَنُوا يَغْفِرُوا لِلَّذِينَ لا يَرْجُونَ أَيَّامَ اللَّهِ لِيَجْزِيَ قَوْمًا بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ (١٤)
 “Katakanlah kepada orang-orang yang beriman, hendaklah mereka memaafkan orang-orang yang tiada takut hari-hari Allah karena Dia akan membalas suatu kaum terhadap apa saja yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al Jatsiyah : 14) 
وَلَمَنْ صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذَلِكَ لَمِنْ عَزْمِ الأمُورِ (٤٣)
“Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk ha-hal yang diutamakan.” (QS. As-Syura : 43)

b. Menghilangkan perasaan dendam
Sifat dendam tidak akan membawa akibat apapun selain kehancuran dan kehinaan. Kehancuran dan kehinaan terjadi bukan kepada orang yang ditimpakan rasa dendam tetapi, kehancuran akan menimpa pada pelaku dendam. Ketika Abu Bakar as Shiddiq ra, bersumpah untuk tidak memaafkan Mistah, orang yang menyebarkan fitnah kepada Aisyah putrinya, maka Allah menurunkan perintah kepada orang-orang mukmin untuk memberi maaf dan berlapang dada;
وَلا يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ أَنْ يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَى وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا أَلا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ (٢٢)
“Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang behijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan belapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunmu? Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyanyang. (QS. An Nur : 22)

c. Mengingat kebaikan dan melupakan keburukan orang lain
Memaafkan kesalahan orang lain bukanlah perbuatan yang mudah, karena itu sifat pemaaf ini harus sering dilatih dan dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Mengingat kebaikan dan melupakan keburukan orang lain adalah salah satu cara berlatih menjadi seorang pemaaf.

Itulah sedikit penjelasan mengenai Asmanya Allah swt "Al-Ghaffar" baca mengenai asmanya Allah swt, lainnya diblog kami ya sobat, agar kita semakin iman dan taqwa dalam menjalankan amalan amalan shaleh. Wassalamualaikum wr.wb