Penjelasan Sistem Tanam Paksa (Cultuur Stelsel) singkat jelas

Sistem TanamPaksa (Cultuur Stelsel) – Salam Pramuka kawan !!! Sebelumnya kamikan sudah membahas mengenai VOC sekarang kami ingin melanjutkan dengan membahas mengenai Sistem Tanam Paksa (CulturStelsel) yang pernah menjadi salah satu cambuk penyakit bagi indonesia. Ingin tahu seperti apa Tanam Paksa itu silahkan baca selengkapnya dibawah ini.

Sistem Tanam Paksa (cultuur stelsel)

Cultur Stelsel adalah system penanaman tanaman. Dalam Bahasa inggris adalah culture system atau cultivation system. Lebih tepat lagi diterjemahkan system of government controlled agricultures. Arti cultuurstelsel sebenarnya adalah kewajiban rakyat Jawa melakukan penanaman tanaman yang laku dipasaran Eropa.
Latar Belakang Sistem Tanam Paksa
Latar Belakang Sistem Tanam Paksa
Rakyat Indonesia mengartikannya system tanam paksa karena dalam pelaksanaannya dilakukan secara paksa dan yang melanggar dihukum fisik. Penanaman tersebut menjadikan Indonesia sebagai produsen tanaman ekspor. Adapun alasan dilakukannya tanam paksa antara lain :
1.      Pemerintah Belanda dililit utang luar negeri.
2.      Pemerintah Belanda perlu biaya besar untuk biaya perang melawan Pangeran Diponegoro. Perang Padri, dan Perang diberbagai daerah.
3.      Pemasukan dari penjualan kopi tidak terlalu banyak.
4.      Terjadi peperangan dengan Belgia yang berakhir dengan keluarnya Belgia dari Belanda pada tahun 1830.

Ketentuan pokok tanam paksa ada dalam Staadsblad (Lembaran Negara) tahun 1834 nomor 22 yang berisi :
1.      Setiap petani wajib menyerahkan seperlima tanah untuk ditanami tanaman ekspor seperti kopi, nila, tebu, tembakau.
2.      Tanah yang diserahkan tidak dikenai pajak.
3.      Waktu menanam tidak melebihi waktu yang ditentukan.
4.      Penduduk yang tidak mempunyai tanah wajib bekerja untuk belanda selama 65 hari.
5.      Kerusakan tanaman oleh bencana alam ditanggung pemerintah.
6.      Pelaksanaan tanam paksa diserahkan penguasa pribumi dan pegawai Eropa sebagai pengawas.
Pengertian Sistem Tanam Paksa Cuultur Stelsel
Pengertian Sistem Tanam Paksa Cuultur Stelsel
Dalam pelaksanaan tanam paksa banyak terjadi penyimpangan hal ini disebabkan adanya cultuur prosenten (presentase dari tanaman yang dikumpulkan dan diserahkan). Hal ini mendorong pamong praja selaku penyelanggara tanam paksa selalu menindas rakyat untuk mengejar cultuur prosenten. Besarnya upah tergantung presentase hasil tanaman. Akibatnya mereka menghalakan segala cara untuk mendapat hasil yang banyak hal inilah yang menyebabkan banyaknya terjadi penyimpangan.

Birikut ini penyimpangan yang terjadi :
1.      Rakyat yang tidak memiliki tanah harus bekerja melebihi waktu yang ditentukan.
2.      Jatah tanah untuk tanaman ekspor melebihi seperlima tanah garapan.
3.      Tanah untuk tanaman wajib tetap dikenakan pajak.
4.      Kelebihan panen tidak dikembalikan kepada petani.
5.      Kegagalan panen tanaman wajib tetap menjadi tangungan rakyat.

Pelaksanaan tanam paksa juga menimbulkan dampak bagi rakyat Indonesia. Baik dampak positif maupun dampak negative antara lain:
1.      Dampak positif
a.       Rakyat Indonesia mengenal teknik menanam tanaman baru.
b.      Rakyat tahu jenis-jenis tanaman yang laku dipasaran Eropa atau berkualitas ekspor.
2.      Dampak negative
a.       Kemiskinan dan penderitaan rakyat yang terus-menerus.
b.      Beban pajak yang berat.
c.       Pertanian khususnya padi banyak mengalami kegagalan panen.
d.      Kelaparan dan kematian dimana-mana sehingga terjadi penurunan penduduk di Indonesia.
Baca Juga Sejarah VOC selengkapnya.
Okelah Pertemuan kali ini kami hanya bisa mempersembahkan itu untuk anda namun anda dapat membaca pelajaran lainnya di home page kami. Bukan hanya pelajaran namun wisata juga kami bahas disana untuk memudahkan anda dalam mencari sebuah refrensi atau informasi, Oo ya kalau anda ingin bertanya mengenai Tanam Paksa (Cultur Stelsel) atau Semacamnya silahkan komentar dibawah untuk menanyakannya agar kami bisa membalas pertanyaan anda, Salam Pramuka and Assalamualaikum.