"Sahabat dan Cinta Terbaik" Part-3

"Sahabat dan Cinta Terbaik" Part-3 - Hallo guys Salam Pramuka !!! dibawah ini kami telah menyediakan Part ke-3 dari Cerpen Persahabatan "Sahabat dan Cinta Terbaik" untuk lebih cepatnya silahkan dibaca langsung cerpennya oke.


Mulai dari siang itu kami sudah tidak lagi berhubungan selayaknya teman baik, karena sering kali aku meninggalkan nya saat kami berbicara, sama pula siang ini kami sedang berbicara namun tiba tiba pelatih memanggilku saat aku sedang berbicara dengan khakul dibangku taman sekolah. Karena aku tak mau membuat marah pelatih akupun segera menghampirinya dan meninggalkan khakul sendirian.
"Sahabat dan Cinta Terbaik" Part-3
"Sahabat dan Cinta Terbaik" Part-3
Aku menuju kepada kru teaterku yang telah menungguku untuk memulai latihan hari itu, sesaat setelah sampai aku terus memandangi wajah cantik nan menawan miliknya, kalian tahukan siapa. Latihan teaterpun dimulai dan aku selalu senang saat latihan dan pasti kalian juga tahukan kenapa aku senang?  Namun kali ini agak beda karena aku menjadi seorang pangeran untuk putri salju, dan lagi lagi pasti kalian tahu siapa putri saljunya, yap ialah Vivi seorang gadis yang selama ini kusukai.

Hari ini hari penting buatku, kalian tahu mengapa hari ini sangatlah penting? Itu karena aku telah menyusun skenario penjebakan untuk nembak Vivi ditaman. Setelah selesai latihan aku mengajnya pergi ketaman untuk jalan jalan. Waktu itu aku gugup banget guys, namun seketika itu vivi tiba tiba memecahkan suasana dengan bertanya “Pangeran, aku maunya boleh gak?” aku bingung mengapa tiba tiba ia ingin bertanya ya aku jawab aja “Boleh kok emang mau tanya apa?”, tanyaku padanya “Emangnya kamu itu suka sama siapa sih Ran?”, aku berhenti sekejap dan berfikir tentang pertanyaannya.

Ia langsung melanjutkan percakapannya “Emangnya aku salah nanya Ya Ran?” aku masih berfikir dan tiba tiba terbangun dari lamunanku “Oh enggak kok kamu gak salah kok nanya, Akutuh masih belom punya pacar, emangnya kenapa?” tanyaku balik kepadanya “ Enggak papa kok Cuma pengen tahu aja.”  Kalau boleh nanya lagi “Sebenarnya kamu suka sama siapa sih Ran?” aku lagi lagi terhenti saat mendengar pertanyaan darinya itu, “Akupun bingung mau bilang apa pada kamu vi..” “kenapa kamu suka sama orang diantara kita ya ran?” ya gitulah jawaban dari dia.

Setelah dia mengatakannya aku mengajaknya untuk duduk diatas kursi taman dan berbincang bincang dengannya, dan disinilah scenario penjebakan ku dimulai, yap disinalah aku akan nembak vivi dengan sebuah scenario yang akan membuatnya nangis campur terharu. “Vi.. Sebenarnya hari ini aku mau nembak cewek dengan sebuah puisi..” itu scenario pertama, lalu ia menjawab “Emang puisinya bagaimana?” aku mendengar kata kata yang terlontar dari mulutnya menunjukan ia sedang geram dan aku tak tahu itu apa aku hanya nebak ia kesal saat mendengar aku ingin nembak cewek sore itu.
Ini Vi Puisinya
“Jika Aku boleh memilih
Antara bulan, bintang
Dan matahari tuk temani hariku
Aku akan milih K.A.M.U”


Bagaimana vi puisinya bagus gak?” tanyaku padanya, “bagus kok, bagus banget malahan” begitulah jawabnya padaku, namun ada sesuatu yang membuatku menyesal mengerjainya, aku melihat matanya memerah seraya ingin menangis namun ditahan. Akupun meminta izin tuk pergi menelpon “Vi sekarang aku ingin menembaknya, namun lewat telephone, kamu disini aja yah” cakapku pada Vivi ia hanya diam sambil menatapiku menjauh darinya. Setelah beberapa meter akupun mengeluarkan telephone dan menelphone seseorang, setelah itu Vivi merasa kebingungan saat ia mengangkat telephone dari seseorang yang orang itu adalah diriku.


Nah silahkan melanjutkan Cerpen Persahabatan "Sahabat dan Cinta Terbaik" ke part terakhir dan tunggu cerpen selanjutnya dari kami, silahkan melanjutkan membaca kepart terakhir.