"Kandas" cerpen percintaan karya Kavy Wanatul Ma'wa part 1

Cerpen Percintaan berjudul "Kandas" - cerpen dibawah ini menceritakan sebuah percintaan anak sekolah yang dapat dikatakan cintanya bertepuk sebelah tangan sehingga membuat semangatnya turun dan kandas nah kata Kandas tersebut dipakai untuk judul dari cerpen ini itulah asal muasal judul kandas menjadi sebuah judul dari Cerpen kali ini. cerpen ini memiliki Part atau bagian karena tidak kami jadikan sattu artikel.

kami menjadikannya beberapa artikel kalau tidak salah menjadi 4 artikel jadi anda dapat next part dibawah atau before part disampingnya untuk membaca Lanjutan Cerpen ini sampai tuntas. Kami tidak menjualnya namun jika anda berminat untuk membukukannya silahkan hubungi kami jika ingin bekerjasama. Sekarang silahkan anda melanjutkan membaca untuk memahami isi dari cerpen ini silahkan.
Cerpen Percintaan "Kandas"
Cerpen Percintaan "Kandas"
Kandas
(oleh: kavy wanatul ma’wa)
Masa remaja memang masa yang paling indah.masa remaja itu biasanya identik dengan cinta. Yah seperti itulah awal dari cerita ini. Ada seorang cowok yang bernama Pratama. Dia adalah siswa yang masih duduk dibangku MTs kelas 9. Cowok yang ganteng dan penyuka soto ayam ini memiliki kepribadian yang berkemauan keras, jika ia sudah memiliki kemauan ia akan berusaha dengan segala kemampuannya untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Dia juga seorang yang taat beragama, ikut majlis sholawat nabi adalah kesibukannya.
Nah! Dia adalah kakak kelas pasti punya adek kelas dong! Yap..ada satu adek kelas yang lumayan akrab sama dia namanya Ana Syakira tapi dia tak seakrab kelihatannya, namanya juga adek kelas dan kakak kelas masih ada jarak juga dong!. Pratama itu adalah kakak kelas yang cukup perhatian kepada adek kelasnya, seperti yang terjadi saat classmeeting ia membantu dikelas Ana saat rapat penentuan konsep untuk lomba tumpeng yang diselenggarakan pihak sekolah. Akhirnya semua teman-teman Ana menyetujui konsep yang diusulkan oleh pratama.

Karena kedekatan yang hampir setiap hari terjaga, Ana pun memendam kekaguman kepada Pratama. Ia terkadang terlihat asyik bercanda ria dengan kakak kelasnya itu. Namun hal itu tak berlangsung lama karena pratama sudah kelas 9 dan dia harus mempersiapkan diri untuk umengikuti ujian nasional. Ana pun selalu memberiakan semangat kepada kakak kelasnya itu. Ujian nasional pun akan segera dilaksanakan. Ana tak lupa menyempatkan untuk mendoakan Pratama. Hari ini ujian nasional terlaksana untuk hari pertama. Begitu juga dengan hari kedua dan selanjutnya. Akhirnya ujian nasional pun selesai Ana pun merasa lega karena kakak kelas yang ia kagumi telah berhasil menyelesaikan ujian nasional.
Akhirnya pratama lulus dan melanjutkan sekolah pilihannya dan tentu saja masih dengan berbasis agama agar ia bisa mengembangkan bakatnya di seni music islam supaya lebih baik dan lebih baik lagi. Setelah lulus ia pun harus dengan berat hati meninggalkan adik kelas kesayangannya. Tapi ana tak pernah sedih karena Pratama masih bisa bertemu dengannya. Suatu sore Ana mendapatkan sms dari nomor yang tidak ia kenal. Setelah mendapatkan sms itu Ana pun terus berpikir dan bertanya-tanya dalam benaknya siapakah dia? Sepertinya dia tahu seluk beluk kehidupan dan kebiasaan Ana. Tak selang beberapa lama sang pengirim sms misterius itu menuturkan siapa dia yang sebenarnya. Betapa terkejutnya Ana ketika ia mengetahui bahwa pengirim sms itu adalah kakak kelas yang dicintainya yaitu Pratama. Ana pun berbahagia hati karena ia bisa kembali berkomunikasi dengan kakak kelasnya.
Lalu Ana semakin akrab dan semakin sering bersenda gurau dengan Pratama. Tak lama setelah itu Pratama dating ke MTsnya untuk melegalisir ijazah. Tak disengaja ia bertemu dengan Ana. Betapa senangnya hati Ana karena ia bertemu dengan Pratama. Lalu terjadilah obrolan yang serius namun terkesan hangat diantara keduanya. Mereka lalu duduk di ujung tangga dan berbincang-bincang seperti waktu dulu mereka berbincang saat classmeeting. Kemudian Pratam memulai obrolan mereka. “Hai pesek gimana kabarmu? Kemarin sore smsku juga tak kau balas??”Tanya Pratama. “haha kangen ya? Kabarku baik-baik aja kali kak, kakak sendiri gimana?” jawab Ana sambil melempar senyumannya yang manis kepada Pratama. “hem selalu saja pd,kakak itu serius” jelas Pratama. “hehe bilang apa sih kak? Bilang aja enggak papa kok kak” lanjut Ana. “sebenarnya kakak itu punya perasaan sama kamu, lalu kamu mau tidak menjalin hubungan sama kakak? Yah kakak sih enggak maksa kamu karena mungkin kamu masih ragu sama kakak” jelas Pratama sambil mencoba meyakinkan Ana.