Cerpen Percintaan "Kandas" Karya Kavy part-terakhir

Cerpen Percintaan "Kandas" Part terakhir
Cerpen Percintaan "Kandas" Part terakhir
Kegiatan classmeeting pundiadakan setelah ujian selesai. Ana dan Pratamma selalu tampil mesra dan kompak setiap harinya. Hari terakhir kegiatan itu Ana bertanding voli hingga semi final. Hujan pun tak jadi rintangan dalam benaknya, ini semua demi kelasnya. Hingga akhirnya kelas Ana kalah meskipun Ana dan timnya telah basah kuyup karena hujan yang mengguyur dengan derasnya. Kemudian Ana duduk ditangga untuk berteduh dan mencoba manghangatkan tubuhnya. Dengan sergap, Pratama duduk disamping Ana dan memeluknya untuk menghangatkannya. Kemudian ia lalu memegang erat tangan Ana. 
Hingga keduanya memutuskan untuk pergi bersama makan bakso dan menghiraukan derasnya hujan. Namun, saat awal pertama kali masuk setelah libur semester sikap Pratama sangat aneh ia terus bersikap sangat cuek kepada Ana. Hari pertama masuk sekolah setelah liburan sangat istimewa bagi Ana karena ia bisa melepas kangen dengan Pratamma. Namun sikap Pratama yang dingin kepada Ana cukup embuat Ana tersiksa. Akhirnya ia memberanika diri untuk bertanya apa yang sebenarnya terjadi kepada Pratamma. Hingga pada hari kamis mereka bertengkar karena status yang menggantung. Namun pada akhirnya mereka baikan. Pada jum’at siang mereka pergi untuk makan berdua. Tanpa Ana sadari bahwa itu adalah momen terakhir Ana bersama Pratamma.
Pada malam harinya tiba-tiba Pratama mengirim pesan pendek yang sangat manis kepada Ana. Ana pun merasa heran karena sikap Pratama yang selalu berubah-ubah. Hingga pada akhirnya  Pratamma menuju point terpentingnya. Ia mengatakan kepada Ana bahwa ia ingin putus dengan Ana dan ia beralasan bahwa  nilainya yang anjlok dan orang tuanya yang melarangnya untuk tidak terlalu focus kepada pacarannya. Ana pun mengiyakan apa yang dikatakan Pratamma meskipun Ana sangat mencintai Pratamma. 
Karena Ana tidak ingin Pratamma mengecewakan orang tuanya. Akhirnya hubungan mereka setelah hampir dua tahun mereka bersama. Ana senantiasa berpikir positif tentang Pratamma dan selalu menjaga Pratamma walaupun hanya dari kejauhan. Beberapa minggu setelah hubungan mereka kandas, Ana terlihat lebih sering murung di jam pelajaran, bahkan di jam istirahat pun ia terlihat murung didepan kelasnya dan terkadang juga ia terlihat menangis di depan kelasnya. Karena kelas Ana dan Pratamma yang saling berhadapan, Pratamma pun sering melihat Ana sedang termenung dan terdiam dalam kesendirian. Terkadang Pratama juga merasa sedih dan merasa bersalah karena ia memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Pratama.

Hingga suatu hari Ana mendengar sebuah kabar bahwa Pratamma ada yang mencomblangkan atau menjodohkan dengan Yanti. Tangis Ana pu pecah ketika mengatahui hal itu. Ia terus menangis dipangkuan sahabatnya yang juga satu kelas dengan Pratamma. Sejak saat itu Ana tak pernah terlihat dekat dengan Pratamma disekolah. Namun mereka selalu berhubungan via sms yang menjadi penghubung antara keduanya. 

Namun Ana merasa kecewa karena ia telah dibohongi oleh Pratamma yang katanya ingin fokus pada belajarnya. Namun semuanya telah menjadi sejarah bagi kami  yang patut untuk dikenang dalam perjalanan hidup kami gumam Ana dalam benaknya. 


Biodata Penulis


  • Nama : Kavy Wanatul Ma'wa
  • Jenis kelamin : Perempuan
  • Umur saat menulis ini : 16 tahun
  • Sekolah Saat menulis : MAN TUREN
  • Aalamat ruamah : Bokor, pagedangan, Turen kab. Malang
Nah itulah kisah yang dierikan oleh mbak Kavy Wanatul Ma'wa. ingat dilarang menggandakan tanpa persetujuan dari penulis atau pablisher disini mohon bantuan dan kerjasamanya. Jika anda melihat ini dipublikasikan tanpa tanda tangan kami mohon laporkan kepada kami untuk membantu melindungi sebuah hak milik dari sebuah karya. Okelah itu saja yang dapat kami sampaikan di Cerpen Percintaan berjudul Kandas ini atas partisipasinya terimakasih.