Cerpen Percintaan "Kandas" Part ke-3

Cerpen Percintaan "Kandas" karya kavy
Cerpen Percintaan "Kandas" karya kavy
Akhirnya diformulir pendaftaran diisinya dengan jurusan ipa. Akhirnya ia masuk disekolah pilihannya yag tidak lain adalah sekolah Pratama juga. Lalu ia mulai masuk seperti halnya sekolah lain awal tahun ajaran baru selalu diawali dengan masa orientasi siswa atau MOS yang menjadi tahap awal pengenalan madrasah kepada siswa baru dan mengenalkan apa saja yang ada dimadrasah.
Disanalah awal kenyamanan dan komunikasi yang semakin intens terjalin antara Pratama dan Ana. Hal itu semakin diperkuat karena Pratama menjadi anggota osis. Lalu hari demi hari Ana semakin bersemangat bersekolah karena ia mendapat semangat yang setiap hari bertemu. Lalu keduanya semakin erat hubungannya dan sulit untuk dipisahkan. 
Event pertama Ana dimadrasah barunya adalah ketika ia mengikuti PBB. Lalu Ana dan Pratama sama-sama terlibat dalam kegiatan itu. Setelah beberapa hari latihan baru Ana sadari bahwa jam tangan yang dipakai Pratama adalah baru. Pratama tak pernah bercerita dari mana ia mendapatkan jam tangan itu. Lalu ia mencoba meberanikan diri untuk bertanya kepada Pratama. Lalu Pratama menjawab bahwa jam tangan itu ia dapat dari kado ulang tahun yang diberikan temannya. Akhirnya Ana mulai meyakinkan kembali hatinya. Dan ia tak bertanya lebih lanjut kepada Pratama.
Suatu hari ia diberi tau temannya di MTs yang kebetulan satu sekolah sama Ana. Jam tangan itu adalah kado dari Yanti yang dulu  pernah dikatakan oleh teman Ana seorang teman Pratamma yang mengejar cinta Pratama. Lalu Ana bertanya kepada temannya manakah yang namanya Yanti, akhirnya temannya memberitahu mana yang namanya Yanti. Kemudian Ana mencari nomor handphone Yanti agar ia bisa berkomunikasi dan bertanya apa yang sebenarnya menjadi maksud dari Yanti memberiakan kado itu kepada Pratama. 
Akhirnya ia mendapatkan nonmor handphone Yanti dan ia mencoba bertanya dengan baik-baik. Namun respon yang diberikan Yanti tidak membuat hati Ana lega ia justru senmakin bertanya-tanya dalam benaknya. Kemudian Yanti berkata kepada Ana jika Ana ingin mendengar kejelasan tentang Pratama ia disuruh untuk kekamar mandi disebelah kelas Yanti. Pada keesokan harinya Ana menuruti apa yang dinginkn Yanti. Akan tetapi ia meminta Pratama untuk menunggunya didepan kamar mandi. Dengan setia Pratama menunggu Ana. Lalu masuklah Ana kekamar mandi bersama Yanti. Lalu ia bertanya apa yang menjadi tujuan Yanti mengajaknya berbicara empat mata bersamanya.
Akhirnya sekitar 20 menit mereka berbincang-bincang mereka keluar dari kamar mandi. Lalu Yanti memutuskan untuk pulang dan Ana menghampiri Pratama yang sedang menunggunya didepan kamar mandi. Lalu ia berbincang sebentar dengan Pratama. “tetaplah bersamaku dan masih milikku, karena ketahuilah apapun yang terjadi aku akan tetap mencintaimu, dan ketahuilah bahwa aku sangat sayang kamu, aku akan memperjuangkan kamu apapun yang menjadi halangannya” kata Ana kepada Pratama sambil memandang Pratama dengan mata yang berkaca-kaca. Sejak saat itu Ana semakin menjaga hubungannya dengan Pratama agar tak ada lagi rongga untuk orang lain masuk kedalam kehidupan mereka.

Setelah kejadian itu Yanti tak pernah lagi mengusik kehidupan keduanya. Namun ada kabar yang menyatakan bahwa Yanti meminta bantuan teman-temannya untuk merusak hubungan Ana dan Pratama. Waktu uiian pun datang keduanya saling memberikan semangat satu sama lain. Tak lupa setiap malamkeduanya saling memberi kabar dan mencoba untuk menguatkan hubungan mereka. Namunu lama kelamaan Yanti semakin melunjak dan lebih suka menghubungi Ana melalui pesan singkat dan selalu menanyakan Pratama. 

Akhirnya Ana semakin risih dengan kelakuan Yanti dan ia pun memutuskan untuk menceritakan kejadian ini kepada Pratama. Pratama pun menanggapinya dengan acuh dan ia berkata “abaikan saja, ia terlalu mencampuri kehidupan kita”. Akhirnya Ana mengiyakan apa yang dikatakan oleh Pratama. Beberapa selang kemudian Yanti terus saja kepo dengan kehidupan mereka berdua. Hingga akhirnya tibalah ujian semester ganjil. Yanti terus mencari kesempatan untuk mendekati Pratamma.

2 komentar

Hhhh sangat mengenaskan..