Cerpen Percintaan "Kandas" karya kavy Part 2

Part 2 cerpen percintaan berjudul Kandas
Part 2 cerpen percintaan berjudul Kandas
Kedua mata Ana mulai berkaca-kaca dan hampir meneteskan air mata. “kakak serius??” Tanya Ana. “iya kakak yakin apa kamu tak percaya dengan kakak?”jelas Pratama. “bukan begitu kak,sebenarnya aku juga ada perasaan sama kakak tapi aku hanya bisa diam” terang Ana. “lalu apa jawaban kamu atas pertanyaan kakak yang tadi?” Tanya Pratama untuk yang kedua kalinya kepada Ana. “maaf kak ” jawab Ana sambil menunduk lesu dihadapan Pratama. “baiklah kakak mengerti semua ini mungkin…” jelas Pratama. Namun belum sempat Pratama menyelesaikan pembicaraannya Ana pun menjawab pertanyaan itu dengan santainya. “iya kak aku mau menjalin hubungan dengan kakak” jelas Ana. “apakah kamu serius??” Tanya Pratama. “ya aku serius apa kakak tidak percaya dengan jawabanku??” Ana berbalik bertanya kepada Pratama. “tidak, aku percaya sama jawabanmu. Terima kasih untuk jawabannya aku yakin kamu bisa menjaga perasaanku walaupun kita saling berjauhan” jelas Pratama. Ana melempar senyuman manis kepada Pratama sambil mengangguk mengiyakan penjelasan Pratama.
Tak terasa waktu sore pun telah tiba,dengan sangat terpaksa mereka mengakhiri perbincangan yang mengharukan dan hangat ini. Akhirnya keduanya meninggalkan tangga yang menjadi saksi pembuktian perasaan Pratama kepada Ana. Beberapa bulan berlalu hubungan mereka masih bertahan meskipun tanpa komunikasi yang intens. Suatu saat ada seorang teman Ana yang datang kepada Ana ia berkata bahwa ada seorang cewek yang mengejar-mengejar Pratama namanya adalah Yanti. 
Memang hal itu belum jelas buktinya namun, Ana tidak langsung mempercayai apa yang dikatakan temannya. Disuatu kesempatan saat Pratama berkunjung ke MTs Ana kemudian bertanya langsung kepada Pratama. Namun Pratama mengelak pertanyaan Ana dia berkata Yanti adalah hanyalah teman satu kelas. Akhirnya Ana pun tidak berfikir lama dan ia pun mempercayai apa yang dikatakan Pratama.
Pratama terus menatap mata Ana dan mencoba meyakinkan Ana. Akhirnya Anadan Pratama melanjutkan perbincangan. Hingga tak mereka sadari waktu sore tlah tiba. Akhirnya keduanya memutuskan untuk pulang. Tapi Ana masih bertanya-tanya dalam benaknya siapakah Yanti yang sebenarnya. Tapi ia selalu menghilangkan prasangkanya yang belum tentu terbukti kebenarannya. 
Dua minggu sebelum menghadapi UN Ana sempat meminta do’a kepada Pratama semoga ia lancar menghadapi UNnya. Dan ia berpesan kepada Pratama agar ia senantiasa menjga hatinya untuk Ana. Pratama pun mengiyakan permintaan Ana. Lalu Pratama pun meninggalkan Ana sambil berkata kepada Ana agar ia rajin belajar dan jangan sampai putus untuk berdo’a. Lalu Pratama meniggalkan Ana sambil mengusap kepala Ana dengan manja.
Satu minggu setelah UN Ana mencari kabar tentang Pratama. Apakah hati Pratama masih tetap untuknya. Ternyata benar hati Pratama hanya untuk Ana. Saat setelah selesai UN ia mendapatkan kembali handphonenya yang sempat disita oleh ibunya. Akhirnya keduanya saling berkomunikasi dengan intens. Tak lama setelah UN pengumuman pendaftaran di sekolah Pratama telah dibuka. Mendengar pengumuman itu, Ana segera melihat apa yang menjadi persyaratan masuk sekolah. Lalu ia melengkapi apa yang menjadi persyaratannya tanpa sepengetahuan Pratama. 
Tapi ia sempat merasa bingung dengan jurusan yang akan diambilnya. Lalu ia meminta pendapat kepada orang tuanya, setelah itu ia meminta pendapat kepada Pratama. Lalu Pratama memgatakan kalau Ana mengambil jurusan hanya ikut dengan teman-temannya maka ia akan kesusahan jika mengikuti pelajaran. Jika ia mengikuti apa kata hatinya insya Allah ia akan memperoleh kemudahan dalam menjalaninya. Lalu Ana bertanya kepada Pratama mengapa Pratama mengambil jurusan Ips lalu Pratama menjelaskan bahwa ia suka pelajaran yang cenderung memakai nalar seperti sosiologi dan ia juga suka mengulik apa yang ada dibalik sejarah. Lalu Ana kembali menimbang-nimbang apa yang akan menjadi keputusannya.

Lalu ia ingat bahwa sebelum melaksanakan UN pihak bk mengadakan angket bakat minat lalu ia berkonsultasi kepada guru bk. Lalu ia mendapatkan saran dari guru bk agar dia mengambil jurusan ips. Namun Ana kukuh mengambil jurusan ipanya.