Cerpen Persahabatan "Sahabat dan Cinta Terbaik" [karya Gandi Suseno]

Cerpen Persahabatan dan Percintaan - Cerpen berjudul Cinta dan Sahabat Terbaik ini dibuat oleh Gandi Suseno dan mohon tidak mempublikasikannya tanpa izin dari kami. Jika anda menggandakan Cerpen ini kami akan bertindak tegas terhadap kejahatan tersebut karena kejahatan itu termasuk kedalam pencurian hak milik.

Sebenarnya ini awalnya adalah sebuah cerpen Persahabatan namun karena penulisnya ingin berimprofisasi dan menambahkan hal hal yang membuatnya menarik akhirnya cerpen ini bercerita tentang separuhnya persahabatan dan separuhnya lagi Percintaan. Nah kita ngomong terus gak akan pernah baca, jadi silahkan baca cerpen ini. Oh ya sedikit info nanti cerpen ini seperti cerpen lainnya di blog kami, yang kami bagi dalam beberapa part jadi kalau part ke-selanjutnya belum selesai silahkan menunggu.
Cerpen Persahabatan
Cerpen Persahabatan
Cinta dan Sahabat Sejati

Pada sebuah siang yang sinarnya cukup menyengat aku masih ada disekolah menunggu jam menunjukan waktu untuk pulang. Bell sekolah sepertinya malu untuk membunyikan suaranya, namun aku masih bercanda gurau dengan teman temanku dikelas. Sampai adzan dzuhurpun sudah berkumandang, terdengar suaranya merdu sekali, seakan hati ini selalu ingin mendengarkannya. Namun adzan itu bukanlah waktu untuk kepulanganku.

Kudengar suara anak memanggilku “Ran... Pangeran” sepertinya aku mengenali suara itu, kutengoklah sekitar, ternyata aku benar benar mengenalinya bahwa itu adalah teman terbaikku yaqin. Oo ya sebelumnya disini namaku Pangeran dengan teman terbaikku bernama yaqin, yah seperti namanya ia selalu optimis dalam melakukan sesuatu walau tidak selalu.

Temanku satu ini selalu mengingatkanku untuk shalat dan sama halnya dengan sekarang ia mengajakku untuk pergi ke masjid dekat sekolah kami untuk melaksanakan ibadah shalat dzuhur. Yaqin :”Ran shalat yuk” begitulah ajakan sederhananya,  kujawablah dengan senyuman dan anggukan khas dari seorang Pangeran hehehe. “Ayo” seperti itulah aku selalu cuwek terhadap apapun. (Pergilah kami kearah masjid untuk shalat).

Beberapa puluh menit telah terlewati dengan khitmat karena kekhusukan kami saat melakukan shalat hehehe... aku bertiga dengan temanku ada, aku, alif, dan yaqin. Setelah melakukan shalat kami kembali ke sekolah dengan santainya kami berjalan kearah sekolahan, setibanya disekolah kami terhenti dengan adanya kru teater yang sedang berlatih untuk lomba beberapa minggu lagi. “hei Ran tuh anak teater keren yah mereka mau lomba kan beberapa minggu lagi” begitulah kata yang terlontar dari mulut alif kepadaku.

“iya lif memang mereka itu hebat hebat-hebat namun ya karena kurangnya kru mereka jadi ribet kayak gitu” balasku kepada arif. Aku sebenarnya berharap bisa ikut teater tersebut, yah sebenarnya memang ada beberapa faktor yang mendorongku untuk ikut. Awalnya aku ingin ikut karena ingin terkenal, yah itu wajar karena aku terkenal sebagai anak cupu yang tidak punya teman, namun itu tidak menyurutkan nyaliku untuk mencoba sesuatu.

“Ran, kenapa lho gak ikut teater itu ajah kan lho suka akting” tanya yaqin kepadaku, “iya sih, qin tapi apa gwa boleh ikut sama pelatihnya” jawabku menanggapi pertanyaan dari yaqin teman baikku itu, “ya pasti bolehah orang mereka masih kekurangan kru untuk tampil, pasti lho diterima” balas yaqin lagi kepadaku. Aku sejenak merenung dengan perkataan dari yaqin tersbut dan akupun memutuskan untuk bertanya kepada pelatihnya apakah aku diperkenankan untuk ikut.

Bertanyalah aku kepada pelatih teater tersebut, “Pak saya boleh ikut teater ini gak?” tanyaku sambil mengumpat malu karena merasa aku tidak akan diterima. “Kamu serius ingin mengikutinya?” jawab pelatih saat menaggapi pertanyaanku tadi, lalu kujawab dengan perasaan agak senang karena sepertinya aku memiliki potensi untuk bergabung “iya pak saya sungguh sungguh ingin ikut”. Saat itu aku sangat deg degan saat melontarkan kata kata tersebut karena aku kwatir tidak diterima.

Kekhawatiranku itupun akhirnya sirna saat pelatih teater itu mengucapkan kata “ya kamu boleh ikut, tetapi kamu harus serius latihan karena kita akan mengikuti lomba tingkat provinsi sebentar lagi, kamu mengerti!” dengan kalimat yang terlontar dari mulutnya itu akupun senang dan tidak tahu lagi ingin berkata apa. Hari itupun seperti berlalu begitu cepatnya sampai bell pulang sudah berbunyi akupun pulang dan mengabari ibuku tentang kabar gembira ini.



Nah karena Part 2 sudah selesai silahkan meneruskan membaca Cerpen Persahabatan berjudul Cinta dan Sahabat Terbaik ini, terimakasih dan wassalamualaikum wr. wb.