"Sahabat dan Cinta Terbaik" Part-2

"Sahabat dan Cinta Terbaik" Part-2 - Nah guys dibawah ini adalah terusan dari cerpen Sahabat dan Cinta terbaik. kali ini Part ke-2 kan kemaren masih part 1 sekarang part 2 dari Cerpen Sahabat "Sahabat dan Cinta Terbaik". Silahkan membaca dan menyimak cerpen yang kami sediakan.

Part sebelumnya Bagian 1

Malampun datang dan mataku kuistirahatkan untuk hari esok latihan bersama teman teman baruku itu. Pagipun datang seperti sepersekian detik lalu aku tidur namun ayam telah membunyikan suaranya untuk membangunkanku dari tidur dan melakukan kewajiban pagiku karena jam wekerku telah menunjukan pukul 04.13 paghi. Bergegaslah aku kearah kamar mandi, lalu wudlu untuk melakukan shalat subuh bersama keluargaku.

Aku berangkat kesekolah setelah menunaikan ibadah shalat shubuh walaupun masih terlihat jam dinding menunjukan pukul 05.15 aku tetap berlari kecil menuju kesekolahku dan mungkin ini pula yang membuat mereka mengatakan bahwa aku ini anak cupu. Sesampainya disekolah aku masih belum melihat adanya siswa datang tiba tiba ada yang mengagetkanku dari belakang “dorrr” bunyi itu berasal dari mulut temaku khakul. Yah ternyata dia juga berangkat pagi sekali.

Setelah beberapa menit telah banyak siswa yang datang dan “Kring........” itu suara bell sekolah yang menandakan waktunya masuk kelas. Hari aku ada tugas diskusi dengan khakul namun sayangnya aku dipanggil untuk latihan pada saat diskusi itu berjalan, dan akhirnya aku meninggalkan khakul sendiri dalam diskusi kelompok itu. “khul sorry yah gwa harus pergi latihan lho gak pp kan ngerjain ini sendiri” cakapku pada khakul, ia hanya tersenyum kecil namun kutahu ia sangat kesal terhadap kelauanku baru baru ini.

Sejak ikut teater aku jadi sering meninggalkan temanku khakul dalam percakapan atau diskusi yang kami lakukan. Setelah aku ikut teater aku merasa kehadiran banyak teman membuatku senang namun aku juga merasa kehilangan satu teman yang berharga untuk ku, kahkul semakin tidak pernah bicara denganku sampai suatu ketika aku memanggilnya “khul.. khakul lho mau kemana, mau gwa temenin gak” lontarku kepadanya,”gak usah Ran.. lagian nanti lho ada latihan kan” jawabnya seperti kesal kepadaku.

Jam, menit, detik berlalu begitu cepatnya sekarang aku yang sering dikatakan sebagai anak cupu sekarang memiliki banyak teman, canda dan gurau mereka seakan mengisi hidupku dengan sebuah nyanyian lembut dalam kalbu. Di teater ini pula kurasa aku menemukan seorang gadis yang cocok untuk ku, namanya Vivi anaknya cantik baik dan sopan bahkan ia ceria. Terdengar suara panggilan “Pangeran,..” aku berbalik dan aku merasakan sebuah perasaan yang gak karuan.

Yah itu dia Vivi anak yang kuceritakan tadi, kujawab panggilan itu dengan suara tanya halus yang kubuat buat “Ada apa vi... kamu memanggilku” tanyaku padanya, “Gini Ran sebelum latihan nanti kamu ada waktu gak?” pertanyaan itu seketika membuatku bertanya tanya dalam gumamku (kok Vivi nanyain kayak gini ya jangan jangan mau diajak jalan nih guwa asyik) yah begitulah gumamku. Aku membalas pertanyaan dengan pura pura berfikir “embs... kayaknya sih nanti aku ada deh waktu, emang mau ngapain?” tanyaku lagi padanya.

begini Ran nantikan aku gak ada yang nganterin Kamu mau gak jemput aku?” jawaban itu tiba tiba seperti memutuskan semangatku untuk sejenak namun aku berfikir (kalau kita mengharap sesuatu pasti akan dikasih pilihan”Terima” atau ”Tidak”), pikirku sejenak seperti itu, namun aku berbesar hati dan sebenarnya aku juga senang walaupun tidak diajak jalan oleh Vivi. Kujawablah pertanyaan itu dengan nada lembut dengan sedikit penyesalan “Iya nanti pasti aku jemput tapi nanti aku jalan kaki, emang gpp” tanyaku kembali, “Gak papa kok Ran yang penting aku ada yang nemenin” balasnya padaku, “ya udah nanti aku jemput oke”, “Oke”.

Pagipun telah menjadi siang dan siang pun telah mulai menurunkan sinarnya, jam tanganku menunjukan pukul 01.00 pm pada saat itu suara salam terdengar dari luar rumahku, “Assalamualaikum” suara itu sepertinya kukenali, akupun bangun dari tempat tidurku dan bergegas menuju kepintu depan. Oh ternyata iku khakul, “Ada Apa Khul?” tanyaku padanya, “Kamu nanti ada waktu gak Ran” tanya khakul padaku, “Yah khul aku nanti ada latihan teater dengan kru, emangnya ada apa khul?” jawaban singkat dan kuakhiri dengan pertanyaan lagi itu dijwab oleh khakul “Oo ya udah deh kalau kamu tidak bisa dan gak punya waktu, sebenarnya aku mau ngerjain PR bareng kamu, tapi karena kamunya gak bisa ya gpp deh?” jawabnya sedikit menunjukan rasa kesalnya. Akhirnya ia pergi dengan perasaan tidak senang dengan perlakuanku, bahkan aku lupa menyuruhnya masuk kerumahku.


Maaf ya terusan Cerpen Sahabat "Sahabat dan Cinta Terbaik" belum selesai jadi mungkin nanti atau besok baru bisa anda baca selengkapnya untuk sekarang kami masih belum bisa mempublikasikannya kalau anda sudah melihat link di to be continued nya atau namanya berubah berarti sudah ada teusannya.