Pengertian dan cara pengukuran Jangka Sorong !!! Fisika

Pengertian dan cara pengukuran Jangka Sorong – Setelah beberapa waktu lalu kami melakukan ilustrasi atau penjelasan mengenai cara ukur menggunakan Mistar ukur kali ini kami akan menggunakan alat bernama Jangka Sorong untuk melakukan ilustrasi pada waktu ini silahkan dibaca dan dipahami untuk lebih jelasnya langsung saja dibawah ini.

Dalam melakukan pengukuran panjang dengan ketelitian mencapai 0,1 mm, anda memang sangat tepat jika ingin menggunakan jangka sorong ini. Biasanya jangka sorong dipergunakan untuk melakukan pengukuran diameter dalam seperti cincin, baut, paku, besi, dan masih banyak lagi yang dapat anda ukur menggunakan jangka sorong ini.
Pengertian dan cara ukur jangka sorong
Pengertian dan cara ukur jangka sorong
Jangka Sorong dalam kerjanya ia menggunakan 2 rahang yang terdapat pada alat tersebut. Dari sepasang rahang tersebut ada rahang dengan kemampuan dapat digeser biasanya rahang ini disebut rahang geser, lalu sisanya adalah rahang yang tidak dapat digeser yakni rahang tetap. Pada rahang tetap ini terdapat batang skala dalam satuan centimeter dan milimeter.

Dalam rahang geser dilengkapi dengan skala nonius yang terdiri atas 10 skala sepanjang 9 mm, dengan begitu rahang geser memiliki panjang skala 0,9mm dan dalam skala tetap dengan skala tetap pada nonius berbeda = 0,1mm.
Cara mengukur menggunakan jangka sorong
Cara mengukur menggunakan jangka sorong
Ketika kita melakukan pengukuran menggunakan jangka sorong kepada suatu benda, kita harus memperhatikan skala nol pada nonius berhimpit dengan angka berapakah nonius itu dengan skala utama. Nah sekarang silahkan anda perhatikan sejenak ilustrasi pengukuran menggunakan jangka sorong diatas dengan jeli.


Angka nol pada nonius, diskala utama menunjukan 4,2 cm lebih, dan skala utama melakukan himpitan atau berimpit dengan skala nonius pada angka 0,3 mm. Jadi artinya hasil pengukuran adalah 4,2 cm + 0,03 cm – 4,23 cm.